Posted by AGUPENA Pekalongan on 00.54
thimik-thimik lumaksana
jer
sesandhungan tan kena inginggatan
luput lamun tan limpat
kliwat lamun kebacut kebat
lon
alon
kelakon
nggreet
slam...
Continue...
Posted by AGUPENA Pekalongan on 10.43
dening : Mastohar
lemes
nalika ngaweruhi pratingkahmu
biyen dakgumuni
alusing bebudenmu
bektimu marang gurulaki
lan Pangeranmu
lemes
nalika adoh lakumu
kaya ngoncati panduluku
miyaka
klebetan - klebetan kang wuns kawuri
nalika jenjem ngreratu ati
sumunar cahyaning wahyu sejati
mung kaya katiyup angin
kablebeg lendhut blegedapa
kalis tanpa sisa
lemes
tan ana daya menggak
ronghing atimu
kaya-kaya bakal ngemut sakisining bawana
le...
Continue...
Posted by AGUPENA Pekalongan on 03.33
oleh Mastohar
Tuli itu bukan tak mendengar
Buta itu bukan tak melihat
Tuli itu
pura - pura tidak mendengar
Buta itu
pura - pura tidak melihat
di sini ini
bukan akhir langkah kaki
di sini ini
disodorkannya yang fana dan yang hakiki
di sini ini
baru lintasan menuju yang hakiki
menganggap ini akhir
adalah penyesalan
itu s...
Continue...
Posted by AGUPENA Pekalongan on 23.00
SAAT UJIAN
Kulihat wajah-wajah yangKusutLusuhTiada semangatKulihat wajah-wajah yangCeriaPenuh percaya diriSeulas senyum tersungging di bibirUjianLaksana hantu yang membayangi langkahDi malam jum’at kliwonMenakutkanBuat merinding bulu kudukUjianLaksana lomba lari maratonBerpacu dengan sang waktuMelelahkanKeringat bercucuranUjianLaksana bom waktuYang menungguMeledakTegangGelisahBluuuuuuuummmmmmmmmm!!!!!!!!!!Dan semua tlah usaiHilang segala rasa penatSeulas senyum kemenanganTersungging di bibirM E R D E K A
NYONTEK
BuAndai ibu guru tahuBetapa...
Continue...
Posted by AGUPENA Pekalongan on 22.50
Oleh Sardono Syarief
Di kabupaten Pekalongan, banyak kelompok penulis yang saya tahu. Salah satu di antaranya adalah Kelompok Rumah Imaji (KRI) yang dikomandani oleh Aveus Har dan disesepuhi oleh Khaerul Huda. Keduanya merupakan penulis Pekalongan yang telah banyak menghasilkan karya cerpen maupun puisi di banyak media lokal maupun nasional. Pantas jika dari kelompok tersebut akhirnya melahirkan banyak penulis muda yang kesohor lewat karyanya. Misal, N.Dien dan Nur Ina Huda. Di samping sebagai cerpenis di majalah dan koran lokal maupun...
Continue...
Posted by AGUPENA Pekalongan on 20.46

“ MATA MALAIKAT “Pandanglah mata MalaikatNyaKamu akan berpikir kamu sedang berada di surgaDan suatu hari kamu akan dapati Ia akan memakai samaran seperti ituJangan memandang terlalu tajam kepada mata Malaikat ituDomiyang-Paninggaran, 2010-11-29“ TAK BIARKAN “Kau tak biarkan sedihku menjadi tangisKau tak biarkan tawaku menjadi lupaKau tak pernah pasangkan pasung yang belenggu kakikuKau tak pernah pasangkan rantai...
Continue...
Posted by AGUPENA Pekalongan on 21.29

PROPOSAL PERMOHONAN BANTUAN DANA
SEMARAK TAHUN BARU 1432 HIJRIYAH
KECAMATAN PANINGGARAN
KABUPATEN PEKALONGAN
Oleh :
PANITIA
SEMARAK TAHUN BARU 1432 HIJRIYAH
KECAMATAN PANINGGARAN
KABUPATEN PEKALONGAN
Semarak Tahun Baru 1432 H Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan
Nomor : 005/PAN.STB/XI/2010 Paninggaran, 27 November 2010
Lampiran : 1 (satu) bendel
Hal : Permohonan Bantuan Dana
Kepada Yth. Bpk/Ibu
Dermawan/Donatur
...............................................................
di
Tempat
Dengan...
Continue...
Posted by AGUPENA Pekalongan on 20.46

KATA HATI
Sejuk di lorong rindang dedaunan
menyusup aku dalam keseharian
menipu setiap mata
Di ujung dalam semua beda
tak ada lembar rimbun dedaunan
luka di setiap batang pohonnya melukai hati
pada setiap suap nasi
Sementara tonggak menyeringai
mengancam bersama jalannya hari
oh...
membuat itu berhenti
atau biarkan bencana mengintai
dalam kebimbangan hati
HANYA DENGAN KETULUSAN HATI
Belum selesai kamu singkirkan
puing tulang belulang saudaramu...
Continue...