SELAMAT DATANG DI BLOG AGUPENA PEKALONGAN

Sabtu, 15 Desember 2012

THIMIK-THIMIK

Posted by AGUPENA Pekalongan on 00.54 0 komentar

thimik-thimik lumaksana jer sesandhungan tan kena inginggatan luput lamun tan limpat kliwat lamun kebacut kebat lon alon kelakon nggreet slam...
Continue...


Minggu, 01 April 2012

MIRIS

Posted by AGUPENA Pekalongan on 10.43 0 komentar

dening : Mastohar lemes nalika ngaweruhi pratingkahmu biyen dakgumuni alusing bebudenmu bektimu marang gurulaki lan Pangeranmu lemes nalika adoh lakumu kaya ngoncati panduluku miyaka klebetan - klebetan kang wuns kawuri nalika jenjem ngreratu ati sumunar cahyaning wahyu sejati mung kaya katiyup angin kablebeg lendhut blegedapa kalis tanpa sisa lemes tan ana daya menggak ronghing atimu kaya-kaya bakal ngemut sakisining bawana le...
Continue...


Sabtu, 31 Maret 2012

TULI

Posted by AGUPENA Pekalongan on 03.33 1 komentar

oleh Mastohar Tuli itu bukan tak mendengar Buta itu bukan tak melihat Tuli itu pura - pura tidak mendengar Buta itu pura - pura tidak melihat di sini ini bukan akhir langkah kaki di sini ini disodorkannya yang fana dan yang hakiki di sini ini baru lintasan menuju yang hakiki menganggap ini akhir adalah penyesalan itu s...
Continue...


Sabtu, 08 Januari 2011

PUISI ENAWATI DS.

Posted by AGUPENA Pekalongan on 23.00 0 komentar

SAAT UJIAN Kulihat wajah-wajah yangKusutLusuhTiada semangatKulihat wajah-wajah yangCeriaPenuh percaya diriSeulas senyum tersungging di bibirUjianLaksana hantu yang membayangi langkahDi malam jum’at kliwonMenakutkanBuat merinding bulu kudukUjianLaksana lomba lari maratonBerpacu dengan sang waktuMelelahkanKeringat bercucuranUjianLaksana bom waktuYang menungguMeledakTegangGelisahBluuuuuuuummmmmmmmmm!!!!!!!!!!Dan semua tlah usaiHilang segala rasa penatSeulas senyum kemenanganTersungging di bibirM E R D E K A NYONTEK BuAndai ibu guru tahuBetapa...
Continue...


MENGENAL KELOMPOK PENULIS DI PEKALONGAN

Posted by AGUPENA Pekalongan on 22.50 2 komentar

Oleh Sardono Syarief Di kabupaten Pekalongan, banyak kelompok penulis yang saya tahu. Salah satu di antaranya adalah Kelompok Rumah Imaji (KRI) yang dikomandani oleh Aveus Har dan disesepuhi oleh Khaerul Huda. Keduanya merupakan penulis Pekalongan yang telah banyak menghasilkan karya cerpen maupun puisi di banyak media lokal maupun nasional.  Pantas  jika dari kelompok tersebut akhirnya melahirkan banyak penulis muda yang kesohor lewat karyanya. Misal, N.Dien dan Nur Ina Huda. Di samping sebagai cerpenis di majalah dan koran lokal maupun...
Continue...


Senin, 20 Desember 2010

PUISI-PUISI EKI YANMIA LS

Posted by AGUPENA Pekalongan on 20.46 0 komentar

“ MATA MALAIKAT “Pandanglah mata MalaikatNyaKamu akan berpikir kamu sedang berada di surgaDan suatu hari kamu akan dapati Ia akan memakai samaran seperti ituJangan memandang terlalu tajam kepada mata Malaikat ituDomiyang-Paninggaran, 2010-11-29“ TAK BIARKAN “Kau tak biarkan sedihku menjadi tangisKau tak biarkan tawaku menjadi lupaKau tak pernah pasangkan pasung yang belenggu kakikuKau tak pernah pasangkan rantai...
Continue...


Sabtu, 18 Desember 2010

PANITIA SEMARAK TAHUN BARU 1432 HIJRIYAH KECAMATAN PANINGGARAN

Posted by AGUPENA Pekalongan on 21.29 0 komentar

PROPOSAL PERMOHONAN BANTUAN DANA SEMARAK TAHUN BARU 1432 HIJRIYAH KECAMATAN PANINGGARAN KABUPATEN PEKALONGAN Oleh : PANITIA SEMARAK TAHUN BARU 1432 HIJRIYAH KECAMATAN PANINGGARAN KABUPATEN PEKALONGAN Semarak Tahun Baru 1432 H Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan Nomor : 005/PAN.STB/XI/2010 Paninggaran, 27 November 2010 Lampiran : 1 (satu) bendel Hal : Permohonan Bantuan Dana Kepada Yth. Bpk/Ibu Dermawan/Donatur ............................................................... di Tempat Dengan...
Continue...


Rabu, 17 November 2010

PUISI MASTOHAR

Posted by AGUPENA Pekalongan on 20.46 0 komentar

KATA HATI Sejuk di lorong rindang dedaunan menyusup aku dalam keseharian menipu setiap mata Di ujung dalam semua beda tak ada lembar rimbun dedaunan luka di setiap batang pohonnya melukai hati pada setiap suap nasi Sementara tonggak menyeringai mengancam bersama jalannya hari oh... membuat itu berhenti atau biarkan bencana mengintai dalam kebimbangan hati HANYA DENGAN KETULUSAN HATI Belum selesai kamu singkirkan puing tulang belulang saudaramu...
Continue...